Jembatan Putus Pelajar di Sukabumi Panjat Tangga Bambu – Banjir bandang merusak infrastruktur di sejumlah wilayah. Kerusakan paling parah terjadi pada jembatan penghubung antarwilayah. Para pelajar menjadi kelompok paling terdampak karena akses sekolah terputus. Mereka pun terpaksa memanjat tangga bambu darurat setiap hari.
Baca Juga: Hari Kedua UTBK ISBI Bandung: Nihil Kecurangan & Ramah Disabilitas – Bandung
Akses Sekolah Terputus
Banjir bandang menghanyutkan jembatan utama di Kota Sukabumi. Jembatan itu biasa dilalui pelajar menuju sekolah. Warga dan aparat setempat membangun tangga bambu sederhana. Tangga ini menjadi satu-satunya akses sementara.
Para pelajar harus memanjat tangga bambu di tebing curam. Mereka melakukan ini setiap pagi sebelum sekolah. Kondisi ini berlangsung selama beberapa hari. Pemerintah daerah akhirnya membangun akses alternatif yang lebih aman.
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Bogor. Banjir merusak jembatan di Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, pada 18 April 2026. Jembatan itu menghubungkan warga dengan sekolah SDN 02 Barengkok. Warga terpaksa menggunakan jembatan bambu darurat. Jembatan itu hanya bisa dilalui pejalan kaki.
Belajar di Lokasi Darurat
Putusnya jembatan juga berdampak di Aceh Barat. Puluhan siswa di Gampong Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, tidak bisa bersekolah. SD Alue Lhok tidak dapat dijangkau karena jembatan Jambak-Canggai putus.
Sebanyak 19 siswa dari kelas 1 hingga 6 belajar di aula Pustu setempat. Fasilitas di lokasi darurat sangat minim. Hanya tiga guru yang mengajar di sana. Dari total 17 guru di sekolah, sisanya tetap di sekolah induk.
Upaya Perbaikan
Aparat kepolisian bergerak cepat menangani darurat. Di Padang Lawas Utara, Kapolsek Padang Bolak bersama Dinas PUPR, BPBD, dan TNI turun ke lokasi. Mereka melakukan perbaikan darurat menggunakan material seadanya.
Pemerintah daerah Sukabumi berkoordinasi dengan dinas terkait. Mereka mempercepat perbaikan jembatan yang putus. Warga dan pelajar berharap akses segera pulih. Jembatan ini vital bagi ekonomi dan pendidikan.
Bencana ini bukan kejadian baru. Setiap musim hujan, banjir merusak infrastruktur di berbagai daerah. Di Kabupaten Banjarnegara, jembatan menuju Dieng ambrol. Warga harus memutar hingga 30 kilometer.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya infrastruktur tangguh. Pemerintah perlu merespons dampak banjir dengan cepat. Akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terdampak harus menjadi prioritas.
