Pemerintah Buka Sekolah Tambahan pada April 2026

Pemerintah Buka Sekolah Tambahan pada April 2026 – Pemerintah resmi membuka tambahan program Sekolah Rakyat pada April 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Beliau meminta percepatan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa tambahan ini berada di luar tahapan reguler. “Ini perintah Bapak Presiden. Beliau meminta bulan April ini harus sudah buka,” tegasnya.

Baca Juga: Disdik Bandung Tunggu Arahan Pusat soal Skema PJJ SD-SMP

Target Lokasi Sekolah Tambahan

Lokasi Prioritas di Bogor

Salah satu lokasi utama berada di Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan (PPSDMAP). Lokasinya di Kabupaten Bogor. Kawasan ini memiliki luas sekitar 11 hektare. Potensi pemanfaatannya meliputi 5 ruang kelas, asrama, ruang makan, sarana olahraga, serta musala.

Kapasitas asrama diperkirakan menampung hingga 152 siswa. Angka ini dengan asumsi 2 orang per kamar. Jumlahnya bisa lebih banyak jika mengisi 4 orang per kamar. Sekolah Rakyat di lokasi ini ditargetkan menampung 100 siswa. Mereka berasal dari jenjang SD dan SMP. Masing-masing jenjang memiliki dua rombongan belajar.

Alternatif di Hambalang

Selain PPSDMAP, pemerintah juga menyiapkan lokasi alternatif. Tempatnya di Tagana Centre, Hambalang, Bogor. Lokasi ini direncanakan menampung sekitar 100 siswa. Lagi-lagi dari jenjang SD dan SMP.

Penambahan 10 Titik di Jakarta

Selain itu, pemerintah juga menambah 10 titik rintisan Sekolah Rakyat baru. Lokasinya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional. Tujuannya memperluas akses pendidikan. Program ini khusus menyasar anak-anak yang belum tersentuh sistem pendidikan formal. Dengan demikian, pemerintah menargetkan lebih dari 1.000 siswa tertampung dalam waktu dekat.

Pendekatan Cepat dengan Gedung Negara

Pemerintah mengadopsi pendekatan cepat. Mereka memanfaatkan gedung milik negara. Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar segera berjalan. Karena itu, pemerintah tidak perlu menunggu pembangunan sekolah permanen terlebih dahulu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan strategi ini. “Gedung-gedung yang tersedia kita optimalkan terlebih dahulu, sambil menunggu pembangunan sekolah permanen.” Oleh karena itu, seluruh lokasi tambahan tersebut telah dinyatakan layak. Kementerian Pekerjaan Umum yang melakukan penilaian.

Target Besar Pembangunan Sekolah Rakyat

Program Sekolah Rakyat memiliki target ambisius. Presiden Prabowo menginginkan setiap kota dan kabupaten minimal memiliki satu Sekolah Rakyat.

Pemerintah telah menjalankan program dalam beberapa tahap:

Tahap Jumlah Titik Keterangan
Tahap 1 166 titik Rintisan dengan memanfaatkan gedung tersedia
Tahap 2 104 lokasi Pembangunan sekolah permanen
Tahap 3 ±100 titik Persiapan tambahan

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 97 titik Sekolah Rakyat tahap II selesai pada Juni 2026. Percepatan ini penting agar fasilitas pendidikan tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru.

Berdasarkan data Kementerian PU per 14 April 2026, sekitar 20 persen titik pembangunan telah mencapai progres 30–40 persen. Namun, masih ada sekitar empat titik yang belum memulai pekerjaan. Di samping itu, sekitar 70 titik lainnya masih di bawah 30 persen.

Target Sasaran Program

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menjelaskan target sasaran program ini. “Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka yang desil satu (miskin ekstrem) dan desil dua (miskin) mendapatkan kesempatan untuk sekolah. Ini mendorong peningkatan akses pendidikan,” ujarnya.

Persiapan Infrastruktur

Kementerian PU telah melakukan asesmen kelayakan lokasi. Sekretaris Ditjen Sarana dan Prasarana Strategis KemenPU Essy Asiah menilai lokasi PPSDMAP secara umum layak digunakan.

“Secara arsitek juga sudah tinggal kita pembenahan. Dalam waktu dua minggu aman banget. Paling ada beberapa kerusakan kecil seperti retakan atau plafon. Secara prinsip awal ini bisa kita gunakan untuk April,” ujarnya.

Kesimpulannya, percepatan ini mengedepankan prinsip fungsional. Fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama, dan tempat makan menjadi prioritas. Dengan begitu, kegiatan belajar dapat segera berjalan. Sarana pendukung lainnya akan dilengkapi secara bertahap. Proses belajar mengajar tetap berlangsung selama masa pelengkapan sarana.

Tinggalkan komentar